PacARan Ada gAk Seh??

Adakah pacaran dalam islam?

Pacaran sejak lama menjadi trend bahkan dianggap suatu keharusan sebelum jenjang pernikahan. Padahal pacaran datang dari Barat yang notabenenya Yahudi dan Nasrani. Karena itu mustahil ada pacaran yang islami seperti halnya mustahil ada bangkai islami dan judi yang islami.

Yang haram tetap haram dan tidak bisa berubah hukum sekalipun dikaitkan dengan symbol-simbol islam. Tidak bisa dikatakan pacaran islami hanya karena saat berkunjung memakai baju muslim, masuk rumah pacar mengucapkan salam, ingin berpegangan tangan membaca basmallah, selesai ciuman mengucapkan alhamduillah dan selesai berzina mengucapkan istigfar. Sungguh perilaku yang sangat melecehkan islam.

Sebenarnya apa sech arti dan makna pacaran itu??Menurut KBBI (Edisi ketiga,2002:87), pacar berarti kekasih/ teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan dan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan. Memacari adalah mengencani; menjadikan dia sebagai pacar. Kata pacar itu sendiri berasal dari nama sejenis tanaman yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak diperjual-belikan. Ini merupakan symbol bahwa pacaran merupakan perilaku yang tak bernilai.

Pacaran sendiri dapat diartikan ajang saling mengenal agar mengetahui karakter masing-masing. Kenyataannya justru bukannya saling mengenal tapi upaya melampiaskan nafsu birahi. Perilaku remaja saat pacaran sudah menjurus perzinaan yang dilegalkan oeh keluarga mereka. Keluarga muslim sekarang memandang pacaran sebagai hal yang biasa. Padahal haramnya khalwat mengandung dosa besar karena sudah mendekatkan diri pada perzinaan. Terbukti kehamilan remaja sebelum nikah jumlahnya sudah diambang toleransi. Dulu, jika ada yang ketahuan berzina diarak keliling kampung dengan bertelanjang. Tapi sekarang, karena perzinaan telah menjamur, masyarakat pun seolah bosan dan tidak mau ambil pusing dengan kondisi yang telah terjadi.

Pacaran merupakan jalan syetan yang lurus menju ke neraka. Syetan menggoda secara halus dan setahap demi setahap, asalnyasekedar saling berkenalan akhirnya sampai pada perzinaan. Mengapa pacaran bisa dikatakan demikian? Karena fitnah seksual adalah symbol syetan yang paling efektif. Setiap orang mempunyai nafsu birahi, nafsu ini sengaja ditunggangi oleh syetan agar manusia dapat melampiaskannya diluar jalur islam. Diantara syetan yang mennggangi nafsu birahi melalui pacaran. Saat berduaan dengan sang pacar, syetan menjadi pihak yang paling aktif membisikkan pada mereka berdua agar menghabiskan waktunya dengan penuh kemesraan, syetan terus membisikkan kenikmatan semu, sehingga dua insan larut dalam kenikmatan berpacaran yang mengantarkannya ke jurang kehinaan. Akibatnya dia tidak berpikir akibat yang muncul kemudian. Setelah berzina, lantas hamil kemudian aborsi/ membunuh darah daging mereka dan dosa-dosa itu menumpuk dalam kehidupannya. “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”. (QS. An-nisa: 120)

Pacaran menjadi biang keladi kemnungkaran yang dilakukan dua sejoli yang dimabuk asmara. Memang, masa pacaran adalah masa yang paling indah serasa dunia itu surga bahkan tak ada sesuatau apapun yang dapat memisahkan mereka berdua. Bahkan banyak juga yang bilang dunia itu milik kita berdua biarsaja yang lain ngontrak. Hubungan mesra antar lawan jenis sebelum jenjang pernikahan hakekatnya memiliki tujuan lain yaitu memperkenalkan pola hidup free sex. Umumnya generasi muda tidak menyadari bahwa pacaran yang mereka jalani adalah sebuah jaan yang mengantarkannya pada aib, kerusakan moral, dan harga diri yang tergadaikan.Mereka rela memberikan semuanya hanya demi cinta sesaat. Mereka mempersembahkan kehidupannya pada nafsu serakah yang menjadikannya sosok binatang yang bertubuh manusia. Terlebih lagi Islam sama sekali tidak mengenal pacaran. Islam hanya mengajarkan khitbah dan pernikahan. Berikut ini akan diberikan kriteria-kriteria dalam mencari pasangan hidup

Hati-hati kriteria semu diantaranya: umumnya orang menilai seseorang hanya dari luarnya saja, baik tubuh maupun materi. Akibatnya banyak yang terjebak dalam cinta semu. Seolah mencintai diri si dia sepenuhnya padahal sesungguhnya dia hanya mencintai harta/tubuh. Selain itu jangan terjebak dalam cinta nafsu.

Kriteria sejatinya terbagi dua yaitu kriteri utama dan criteria pendukung.

Yang termasuk dalam criteria utama yaitu ukuran ideal menurut islam adalah sejauh mana pemahamannya terhadap nilai-nilai islam. Caon suami ideal adalah yang mampu menghidupi isterinya dan anggota keluarganya. Artinya memiliki keahlian untuk berusaha. Darisegi fisik, berwajah tampan(sekalipun relative) dan memiliki anggota tubuh lengkap dan sempurna (tidak cacat) dari keturunan baik dan terhormat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: